Polisi Diminta Hukum Berat Sopir Maut Bus TMP, Ibu Kandung Pelajar Tewas Dilindas Trans Metro Pekanbaru Tegaskan Tidak Ada Damai

Wartakontras.com, Pekanbaru- Ibu Acen yang merupakan Ibu Kandung Almarhum Roy Martin Pelajar yang jadi korban tabrakan maut terlindas Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP), Kamis (2/1/2025) lalu di Seberang Sekolah Darma Yudha, Jalan Soekarno Hatta Kota Pekanbaru meminta pihak kepolisian Polresta Pekanbaru untuk memproses hukum pelaku sopir maut Bus TMP dengan memberikan hukuman seberat-beratnya.

Ibu Acen menegaskan tidak ada kata damai. Pasalnya, pihak keluarga korban sudah pernah bertemu dengan pihak sopir keluarganya dan termasuk Pihak Pengelola Bus TMP.

“Saya minta Pelaku Sopir Bus Trans Metro Pekanbaru ilini dihukum seberat-beratnya. Karena, pelaku tidak ada memiliki empati, tidak ada terlihat merasa bersalah dan tidak bertanggung jawab, “ungkap Ibu Acen berlinang airmata.

Ibu Acen menegaskan, tidak benar apa yang disampaikan Pengelola TMP Sarwono di pemberitaan salah satu media online yang menyebutkan perkara tersebut sudah clear. Jangankan berdamai, Pihak keluarga belum Terima satu sen pun untuk pemakaman Almarhum Roy Martin seperti yang pernah dibahas dengan keluarga korban.

” Tidak benar, kami belum ada terima uang sepersen pun itu apa yang disampaikan nya dalam berita itu benar-benar bohong itu,” tegas Ibu Kandung Almarhum Roy Martin.

 

Ibu Acen mendapatkan link berita media online yang disampaikan Pengelola Bus TMP Sarwono itu tidak benar. Dalam berita tersebut dijelaskan Pengelola Bus TMP memastikan bertanggung jawab terhadap insiden kecelakaan maut yang terjadi beberapa waktu lalu. Pengelola juga berupaya memenuhi permintaan keluarga korban untuk membantu biaya pemakaman dan pembuatan nisan.

Kecelakaan maut yang melibatkan salah satu unit bus TMP dengan seorang pejalan kaki, Roy Martin terjadi, Kamis (2/1) kemarin. Pelajar itu tewas setelah tertabrak saat akan menyebrang jalan.

Kepala UPT Trans Metro Pekanbaru, Sarwono mengatakan bahwa pihaknya pasca kejadian sudah mendatangi keluarga korban. Mereka menjalin komunikasi untuk penyelesaian permasalahan tersebut.

“Sudah clear. Tadi juga kami bersama DPRD Pekanbaru, bapak Robin sudah datangi keluarga korban,” kata Sarwono, Senin (13/1).

Ia menuturkan, keluarga korban meminta bantuan untuk biaya pemakaman. Karena untuk biaya pemakaman dengan budaya (Cina) mereka cukup mahal.

Pengelola dan supir saat ini berupaya memenuhi permintaan keluarga korban tersebut. Apalagi korban juga mendapatkan santunan dari Jasa Raharja.

“Yang nama kecelakaan siapa yang menginginkan. Ini musibah. Bagaimana pun ini kita sikapi dengan bijak, saya selaku pimpinan TMP juga melakukan evaluasi. Kita sudah berbicara, baik keluarga supir dengan keluarga korban,” terang Sarwono.

Sarwono menyebut, dari komunikasi yang dijalin dengan keluarga korban, pihak keluarga juga merasa terbantu karena ada perhatian dari pengelola dan keluarga supir.

“Pihak keluarga juga mengucapkan terimakasih, karena ada niat baik kita. Tentu kita gak mau ribut kan. Kasian supirnya, supir ni bukan orang kaya dia. Gaji cuma Rp3 juta sebulan untuk menghidupi anak istrinya. Mungkin saat itu dia lagi nahas, yang ditabrak juga nahas,” jelasnya.***(rud).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *