Wartakontras.com, Bagansiapiapi – Kepala Lapas Kelas II A Bagansiapiapi Asih Widodo curhat (curahan hati atau lebih dikenal sebagai berbagi cerita dengan orang terdekat, red) kepada Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles terkait permasalahan pembuangan limbah kotoran warga binaan ke parit masyarakat sekitar. Hal ini diungkapkan Wabup Jhony Charles usai menyambut kehadiran Kajati Riau ke Rokan Hilir, Kamis (10/7/2025).
“Saya sudah dapat infonya dari berita online dan tadi didalam kalapas juga cerita masalah ini. Dan saya sudah telpon Kadis Lingkungan Hidup pak Suwandi untuk mengatasi masalah ini. Beliau langsung menanggapinya, ” ungkap pria yang akrab disapa JC ini kepada awak media.
Diakui JC sebagai salah satu upaya pihaknya untuk perlahan-lahan melakukan perbaikan di daerah berjuluk Negeri Seribu Kubah ini.
“Apapun persoalannya, asalkan itu berkaitan dengan kepentingan masyarakat Rokan Hilir, kita siap berkoordinasi dan bekerjasama. Agar masyarakat kita bisa lebih baik lagi kedepannya, ” tegas JC.
Sebelumnya, sehari setelah pemberitaan tersebut beredar ditengah masyarakat Humas Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi Mismin Handoko mengaku bahwa kegiatan tersebut sudah berlangsung lama.
“Dari dulu sebenarnya, tapi akhir akhir ini semakin parah karena jumlah warga binaan sudah sangat membludak. Sekarang ada 1112 warga binaan disini,” sebutnya saat ditemui awak media, Senin (7/7) kemarin.
Dikatakan, pihaknya sudah menyediakan lima septic tank namun tak juga mampu menampung kotoran akhir ratusan warga binaan yang saat ini masih menjalani masa hukuman.
Bahkan kata Mismin pihaknya sudah mengalokasikan sejumlah dana untuk penyedotan septic tank yang dilakukan dua kali dalam seminggu. Namun tetap saja tidak maksimal.
“Makanya mau tidak mau kami terpaksa buang ke parit yang sebernarnya hal ini sudah dilakukan sejak awal Lapas ini di ada. Namun sekarang karna jumlah warga binaan makin banyak, makanya baunya menyengat. Sebelum kami buang ke aliran di saluran nya itu kami kasi ijuk dulu untuk menyaring nya agar tak langsung semua masuk ke parit, ” terangnya.
Mismin mengaku dilema terkait persoalan ini. Ia mengaku sudah beberapa kali menghubungi dan menyerahkan proposal kepada pemkab Rokan Hilir, namun belum ada respon positif yang diberikan.
“Kami sudah pernah berkoordinasi kepada Pemkab Rohil dan bahkan kami juga sudah memasukkan proposal kepada Dinas Lingkungan Hidup, namun belum ada titik jawaban, ” katanya.
Ia berharap Pemkab Rokan Hilir bisa memberikan bantuan mengatasi masalah tersebut mengingat hampir seluruh warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Bagansiapiapi ini adalah masyarakat Rokan Hilir.***(Ari).





