Ketua KNPI Riau Desak Polisi Tangkap Otak Pengeroyokan Wartawan: Pasal 170 SPBU Irvan Herman,Manajemen 14.282.683 SM Amin Dipanggil, Edi & Khairuddin Diduga Biarkan Pelansir Solar Subsidi

Wartakontras.com, Pekanbaru – Gelombang keresahan publik kembali membuncah. Pasal 170 KUHP kini resmi menjerat kasus pengeroyokan dua wartawan di SPBU Irvan Herman, Jalan SM Amin Tabek Gadang, Pekanbaru. Nama-nama manajemen SPBU pun dipanggil, mulai dari Edi, Khairuddin hingga jajaran pengelola SPBU 14.282.683, setelah fakta mencengangkan terungkap: SPBU ini diduga membiarkan gerombolan pelansir solar subsidi beraksi brutal di hadapan publik.

LP/B/280/VI/2025/SPKT/POLDA RIAU menjadi pintu masuk hukum yang tak bisa dielakkan. Aroma perlindungan mafia BBM menyeruak tajam. Publik menanti, apakah Polda Riau benar-benar menegakkan keadilan atau kembali mengubur skandal ini dalam gelap?

 

Kini, kejadian tragis ini viral di tengah masyarakat. Bukan hanya karena aksi pengeroyokan terekam jelas kamera CCTV dan jepretan wartawan, tetapi juga karena kasus ini mencerminkan kejenuhan publik atas maraknya penyalahgunaan BBM subsidi di SPBU Pekanbaru yang tak kunjung berhenti.

 

Di hadapan kamera pada Rabu (17/9/2025), Ketua DPD KNPI Provinsi Riau, Larshen Yunus, tampil tegas menyuarakan sikap. Dengan lantang ia mendesak aparat untuk tidak lagi bermain-main dalam kasus ini.

 

> “Apa kabar LP terkait perkara penganiayaan dan atau pengeroyokan yang dilakukan di salah satu SPBU Kecamatan Bina Widya, Pekanbaru? Kami berharap Kepolisian, khususnya Reskrim Polda Riau, segera menghadirkan kepastian hukum. Jangan biarkan kasus ini mengambang. Tangkap pelakunya, penjarakan dua orang yang diduga otak pengeroyokan!” tegas Larshen Yunus.

Ia mengingatkan, kasus ini telah lama mencoreng wajah penegakan hukum dan merugikan banyak pihak, khususnya kalangan pers. Wartawan yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban keberingasan kelompok yang diduga mendapat perlindungan.

Sorotan kini tertuju pada langkah Polda Riau. Komitmen Polri diuji: apakah benar-benar tegak lurus, presisi, dan berani menyentuh siapa pun di balik skandal BBM dan kekerasan terhadap wartawan ini, atau publik kembali dipaksa menelan pahitnya permainan hukum yang setengah hati.***(red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *