KPLP Sigit Pramono PHP Wartawan Rohil, Tokoh Pers dan Pengacara, Motor PCX Melayang

Wartakontras.com, Rohil- Memed (45), seorang wartawan lokal Kota Bagan siapi-api, harus terpaksa rela kehilangan motor Honda PCX miliknya. Awalnya, motor hanya digadai dan duitnya demi menyelamatkan “Muka Oknum dan Nama baik Lapas Kelas IIA Bagan Siapi-api”.

Langkah tersebut terpaksa di ambil oleh Dircab PJC Rohil itu, untuk menutupi janji kesepakatan  KPLP Sigit Pramono dengan tokoh pers senior Wahyudi P, yang disaksikan Memed di Coffe Shop Hotel Lion, Bagan siapi-api.

Seperti yang diketahui, sejak bertugas di Lapas Bagansiapiapi KPLP Sigit telah melaksanakan kegiatan Coffe Morning bersama rekan-rekan wartawan sebanyak dua kali, dengan mengundang narasumber tokoh pers Riau, Wahyudi P dan juga praktisi hukum dari Kantor Advokat Asmanidar Fathners di Pekanbaru.

Dari beberapa pertemuan tersebut, terjadilah pembicaraan dan kesepakatan yang disanggupi oleh Sigit. Kesepakatan tersebut mencakup perihal anggaran mengisi acara dan hal-hal lainnya, dengan penilaian angka Rp 30 Juta. Dan saat ini Sigit masih terhutang Rp 20 Juta.

Tak sampai disitu, Sigit nyatanya juga pernah di bantu oleh istri Pak Wahyudi, yakni Ibu Asmanidar yang berprofesi sebagai Advokat. Inisiatif ini diambil, agar segera menemukan titik terang atas berita seoihak oknum wartawan berinisial SO, ke Dewan Pers (DP).

Ironisnya, setelah beberapa minggu keluar hasil putusan dari Dewan Pers terkait sengketa berita itu. Jalinan komunikasi Memed dan KpLp Sigit semakin memburuk. Dapat dinilai seakan-akan Sigit lupa atau pura-pura melupakan, lantaran SO terlihat adem dan Sigit disibukan berbagai kegiatan.

Secuplik kisah Emosional Sigit meluap, saat itu oknum wartawan SO yang baru bebas jalani hukuman kasus Narkoba, SO menemui Sigit, SO meminta bantuan biaya pengobatan dengan menceritakan kondisi yang ia alami saat masuk sel lapas bagan siapi-api menjadi warga binaan.

Lanjutnya, SO terlibat kontak fisik dengan warga binaan lainnya dan SO mengalami luka lumayan parah dan SO ingin melakukan cek medis di salah satu Rumah Sakit di Pekanbaru, namun SO butuh bantuan biaya. Dan Sigit pun akhirnya menyanggupi bantuan dengan nominal Rp 15 juta yang diakui dikumpul dari semua warga binaan, sesuai permintaan SO.

Namun disayangkan, setelah bantuan di berikan kepada SO, selang beberapa hari kemudian SO kembali minta duit kepada Sigit, karena tidak dituruti SO pun akhirnya membuat berita yang diduga opini belaka terhadap kinerja KPLP Sigit.

Dari itu, Sigit merasa tidak terima atas pemberitaan tersebut, dan Sigit ingin membawanya ke ranah hukum. Disinilah awal terbangunnya hubungan yang intensif antara Memed dan Sigit, sehingga tercetus ide untuk menghadirkan Pak Wahyudi, yang dibalut acara Coffe Morning.

Mengingat kedekatan antara Memed dengan Sigit saat itu semakin baik, Memed pun melanjutkan koordinasi dengan Pak Wahyudi agar Ibu Asmidar mau membantu prihal tersebut kemeja Dewan Pers.

Sigit dalam prihal ini sangat dibantu bahkan tanpa mengeluarkan biaya, Ibu Asmanidar rela merogoh kantong pribadi untuk bolak balik ke Jakarta melaporkan pemberitaan media oknum SO terhadap Sigit ke Dewan Pers.

Selang beberapa minggu kemudian, Dewan Pers akhirnya mengeluarkan maklumat yang menyerahkan wewenang kepada pelapor untuk mengambil tindakan seperti memberi Hak Jawab penuh, Permintaan Maaf mau pun upaya Hukum lainnya.

Namun sangat disayangkan, Memed sampai hari ini harus menelan pil pahit lantaran harus kehilangan motor Honda PCX, yang awalnya “digadai berujung terpaksa dijual karena tidak sanggup menebusnya” hal itu dilakukan demi menutupi PHP oknum KPLP Lapas Kelas IIA Bagan siapi-api, Sigit Pramono, kepada Pak Wahyudi P.

“Dari Bulan Februari hingga saat ini saya masih menunggu etikat baik oknum Lapas dan KPLP Sigit. Tapi semakin hari semakin tidak ada itikat baiknya. Komunikasi terputus abis. Ini soal harga diri Bos, jika sudah di injak-injak, semut pun akan melawan,” tegas Memed.

Kronologis singkat ;
1. Coffe Morning pertama, narasumber dibayar Rp 3.5juta (biaya sangat tidak layak).
2. Iming-iming Sigit, ingin buat acara Publik speaking mendidik anggota humas Lapas baru dan berita wacana sudah tersebar diberbagai belahan media. Nyatanya (Nihil-PHP).
3. Inisiatif lantaran emosional Sigit yang membara, Memed meminta tolong kepada advokat ibu Asmanidar agar sudi membantu Sigit, dan memecahkan kasus sengketa berita SO itu kemeja Dewan Pers, agar mendapatkan kepastian hukum. Dan putusan sudah didapat. Komunikasi pun diputus Sigit cara Blokir (Nol Rupiah, kalau secara prosedural, berapa besar biaya teken kuasa dan biaya bolak balik jakarta).
4. Coffe Morning kedua, narsum selain tokoh pers juga menghadirkan praktisi hukum, dr kantor Advokat Asmanidar, Pekanbaru. Sigit memberi (Rp 3.5juta), dengan alasan nanti kita selesaikan semua yg udah disepakati Rp 30juta, akhir bulan Februari 2026 nanti pasti selesai semua, ya Med. (PHP pemberi harapan palsu dan akhirnya problem). Manusia dipegang omongannya bosku.

Janji Sigit dr bulan Februari 2026 hingga detik ini, ‘Zonk’, dan saya harus kehilangan motor Honda PCX yang terpaksa saya jual akhirnya demi menutupi janji-janji palsu Sigit Pramono. Dikonfirmasi Kalapas Agus, dia hanya memberi saran namun Nihil Kontribusi dan Realisasi.

“Sekali Maju, Pantang Mundur Selangkah pun. Alhamdulillah rekan-rekan yang tau duduk persoalan antara Saya vs KPLP Sigit Pramono, siap mendukung saya dan siap memberi kesaksian yang sebenarnya jika dibutuhkan kapan pun dan dimana saja,” tandasnya.***(Ari).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *