Wartakontras.com, Pekanbaru – Buntut Viral Oknum Staf Ketua DPRD Riau minta proyek Pokir ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Larshen Yunus selaku Pendamping Hukum Rismayulis Alias Teva Iris meminta agar PDIP segera mencopot Jabatan Ketua DPRD Riau Kaderismanto.
Hal tersebut disampaikan Larshen Yunus yang juga Ketua KNPI Riau ini karena Jeki melaporkan Teva Iris sesama kader PDIP Riau ke Ditreskrimsus Polda Riau.
Pasalnya, kata Larshen, Jeki pelapor Teva Iris memang merupakan Kader PDIP yang profilnya bekerja sebagai Staf DPRD Riau di Akun Media Sosial Facebooknya sudah mencoreng Lembaga DPRD Riau dan PDIP.
“Beliau (Jeki Pelapor, red) ini siapa membawa nama Ketua DPRD Riau dan PDIP. Nah, terkait dana Pokir dan segala macamnya itu biarlah APH yang menelusurinya, ” ungkap Larshen Yunus kepada Wartawan, Selasa (11/3/2025).
Menurut Larshen Yunus Alumni Sospol Unri ini, Lembaga DPRD Riau dan APH Pimpinan Dewan seharusnya segera memberikan klarifikasi terkait persoalan ini yang melibatkan Jeki menawarkan Partai PDIP dan membawa nama Ketua DPRD Riau.
“Jangan sampai muncul stigma Gedung ini diisi oleh orang-orang luar yang tak jelas, ” ujar Larshen Yunus.
Dilanjutkannnya, dengan adanya info dari pegawai DPRD Riau seperti yang disampaikan ke Media Jeki memang ikut Ketua DPRD Riau Kaderismanto
“Secepatnya Kami minta Zukri Misran (Ketua DPD PDIP Riau, red) segera mencopot Kaderismanto dan diganti. Karena masih banyak Kader PDIP yang tegak lurus, ” tegas Larshen Yunus.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Riau Kaderismanto menegaskan berita yang sudah viral di sejumlah media terkait Oknum Staf Ketua DPRD Riau Jeki diduga minta proyek Pokir ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Riau adalah berita tidak benar.
Kaderismanto Politisi PDIP ini menegaskan, Jeki itu bukan staf bukan honor dan bukan pula TA (Tenaga Ahli).
“Tak ada jabatan apapun di DPRD Riau. Jadi bingung jg melihat pemberitaan di media, ” ungkap Kaderismanto kepada Wartawan, Selasa (11/3/2025).
Kendati demikian, Kaderismanto Legislator DPRD Riau Dapil Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai dan Kabupaten Kepulauan Meranti ini menegaskan, dirinya kenal dengan Jeki yang merupakan Kader PDIP.
“Kalau soal ingat semua kita ingat, tapi soal mengaitkan dgn berita yg tak benar …, ” tegas Kaderismanto.
Lebih lanjut, Kaderismanto menerangkan, Jeki memang pernah hadir dalam pelantikan Kaderismanto sebagai Ketua DPRD Riau.Pasalnya, Pegawai-Pegawai DPRD sering melihat Jeki menjadi Staf Ketua DPRD Riau Bawaan dari Partai PDIP yang mengurusi keperluan administrasi Kerja DPRD Riau Kaderismanto.
“Banyak sekali adek2 di partai saat pelantikan..Apalagi saat pileg dan pilkada semua bergotong royong. Klo ingat semua kita ingat, ” tegas Kaderismanto lagi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Viral di sejumlah media Oknum Staf Ketua DPRD Riau Jeki diduga meminta proyek Pokir ke sejumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Al hasil, Kader PDIP Jeki melaporkan Teva Iris yang rekan sesama Kader PDIP ke Ditreskrimsus Polda Riau.
Pengacara Dr. Yalid, SH MH selaku kuasa hukum Jeki melaporkan Teva Iris kepada Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau atas dugaan mentransimisikan ke ruang publik informasi bohong.
Dimana dalam kasus ini, Teva dilaporkan buntut dugaan penyebaran video singkat yang memuat narasinya dan suara terkait tuduhan dan fitnah dengan menyebutkan bahwa Jeki sebagai staf ahli Ketua DPRD Provinsi Riau Kaderismanto.
Tidak hanya itu, di dalam narasi dan video tersebut, Teva ini menarasikan pengusaha Jeki, dituduh bahwa meminta proyek pokir pada instansi OPD lewat link pemberitaan yang telah disebar di berbagai grup media sosial WhatsApp termasuk halnya grup PDI Perjuangan.
“Bahwa tidak benar klien kita saudara Jeki bekerja sebagai staf ahli Ketua DPRD Provinsi Riau. Klien kita bekerja sebagai wiraswasta dan memiliki usaha sendiri dan tidak ada relevansinya terkait proyek pokir ke OPD sebagaimana yang di narasikan video singkat yang disebar Teva Iris,” ujar Yalid, dikutip dari beritariau.com, Jumat malam.
Ironisnya, Jeki disebut memang Staff DPRD Riau tangan kanan Ketua DPRD Riau Kaderismanto. Menurut Sumber yang minta tidak disebutkan namanya, Jeki merupakan Kader PDIP.
“Jadi, ini memalukan karena melaporkan sesama kader PDIP. Jeki memang bekerja di Staff DPRD Riau bukan Wiraswasta seperti yang disampaikan Kuasa Hukumnya, silahkan saja cek akun facebooknya Jeki,” beber Sumber.
Berdasarkan penelusuran Profil Akun Facebook Jeki bekerja sebagai Staff DPRD Riau. Dalam Akun FB milik Jeki tersebut terlihat Jeki hadir dalam berbagai Kegiatan PDIP menggunakan Baju PDIP.***(Tim).





