PT Elnusa Petrofin Benarkan Pemilik Mobil Tangki Merah Putih Nomor TKB-041 yang Viral Kencing Minyak Ditemukan Wartawan di Tanjung Lolo

Wartakontras.com – PT Elnusa Petrofin membenarkan Mobil Tangki Merah Putih membawa BBM Subsidi dengan Nomor Lambung TKB-041 milik mereka. Mobil Tangki tersebut viral ditemukan Empat Wartawan sedang ‘Kencing Minyak’ (melakukan penyelewengan BBM Subsidi), Kamis (13/3/2025) sore di Tanjung Lolo, Kabupaten Sijunjung.

Hal tersebut disampaikan Manager Corporate Communication & Relation PT. Elnusa Petrofin Putiarsa Bagus Wibowo pasca viral berita Keempat Wartawan Asal Pekanbaru tersebut dipukuli, mobilnya dirusak, barang-barang berharga mereka dirampok dan mereka disekap diperas dengan uang tebusan Rp10 Juta oleh Mafia BBM Subsidi dan Mafia Tambang Emas Ilegal di Tanjung Lolo, Kabupaten Sijunjung,Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Namun, Manager Corporate Communication & Relation PT. Elnusa Petrofin Putiarsa Bagus Wibowo membantah, Fakta waktu Foto dan Aktivitas kencing minyak temuan wartawan pada Kamis (14/3/2025) sore.

Bantahan disampaikannya Putiarsa, Rabu (19/3/1024) berdasarkan keterangan sopir mereka Mobil Tangki Merah Putih Nomor Lambung TKB-041 dan jejak rekam jejak perjalanan GPS unit mobil tangki Merah Putih Nomor TKB-041 Milik Elnusa Petrofin.

Manager Corporate Communication & Relation PT. Elnusa Petrofin Putiarsa Bagus Wibowo menanggapi terkait berita yang beredarberdasarkan Investigasi Internal dari fungsi terkait. Setelah melakukan pengecekan tracking GPS dalam seminggu terakhir (11-18 maret) pada Mobil Tangki yang fotonya terdapat di pemberitaan Mobil Tangki dengan Nomor Lambung TKB-041.

“Kami tidak menemukan adanya indikasi Mobil Tangki berhenti di daerah Black Zone atau daerah yang dilarang untuk berhenti di sekitar area Sijunjung, ” ungkap Putiarsa.

Dilanjutkannya, Pada tanggal kejadian yang disebutkan dalam pemberitaan tepatnya 14 Maret 2025.

“Tepatnya pukul 21.00, Mobil Tangki berhenti selama 32 Menit di Rumah Makan Bukit Sebaleh untuk melakukan istirahat (berdasarkan keterangan sopir dan GPS Tracking).Hal ini berbeda dengan foto Mobil Tangki yang beredar (fototemuan Wartawan,red) terlihat di siang hari, ” beber Putiarsa.

Putiarsa menerangkan hasil tracking GPS dari fungsi terkait juga tidak menemukan adanya indikasi hal yang mencurigakan atau anomali.

Kendati, Manager Corporate Communication & Relation PT. Elnusa Petrofin Putiarsa Bagus Wibowo tidak berada di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Namun Putiarsa berani menyampaikan tidak ada pemukulan, penganiayaan, perusakan mobil wartawan, dan penyekapan, pemerasan terhadap Empat Wartawan Asal Kota Pekanbaru, Kamis (13/3/2025) malam seperti diberitakan.

“Hasil dari investigasi Awak Mobil Tangki yang bertugas di tgl 14 Maret menyatakan bahwa pada saat istirahat di Rumah Makan tersebut tidak ada perkelahian dari pihak manapun, ” tandas Manager Corporate Communication & Relation PT. Elnusa Petrofin Putiarsa Bagus Wibowo. Padahal, Foto mobil tangki milik PT Elnusa Petrofin tersebut diambil Wartawan Kamis (13/3/2025). Kejadian Keempat Wartawan Asal Kota Pekanbaru dianiaya, mobilnya dirusak, harta mereka dirampok, disekap hingga diperas uang tebusan Rp 10 juta kejadiannya Kamis (13/3/2025) siap buka puasa malam hingga Jumat (14/3/2025) dini hari.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Akibat Temukan Mobil Tangki Merah Putih Nonor Lambung TKB-041 Milik PT Elnusa Petrofin Empat Wartawan Dirampok, Dipersekusi, Dianiaya dan Disekap Diperas dengan uang tebusan Rp10 Juta oleh Mafia BBM Subsidi dan Mafia Tambang Emas Ilegal di Tanjung Lolo Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.

Al hasil, persoalan tersebutlah yang menjadi layar belakang keempat Wartawan Media Online Asal Riau tersebut dianiaya, dipukuli, mobilnya dirusak dan barang barang berharganya dirampok, disekap dan diperas uang tebusan Rp10 juta oleh Mafia Tambang Emas Wali Korong DKK.

“Karena, kami menemukan Mobil Tangki Merah Putih PT Elnusa Petrofin sedang kencing minyak diatas minyaknya disalurkan pakai slang ke bawah (seperti bukit), dibawah ada juga satu lagi saya lihat Mobil tangki Merah Putih sedang bongkar,” ungkap Suryani Wartawan Media Nusantararaya.com, Minggu (16/3/2025).

Sementara itu, Manager Corporate Communication & Relation PT. Elnusa Petrofin Putiarsa Bagus Wibowo belum memberikan jawaban konfirmasi terkait tindakan PT Elnusa Petrofin terhadap anak buahnya yang melakukan penyelewengan BBM Subsidi tersebut. Begitu juga konfirmasi belum dijawab ketika ditanya dugaan keterlibatan pejabat petinggi PT Elnusa Petrofin hingga berita ini dipublikasikan.

Kembali ke Tindakan biadap, sadis dan tidak berperikemanusiaan, Empat Wartawan Dipersekusi, Dianiaya dan Diperas Mafia BBM Subsidi dan Mafia Tambang Emas Ilegal di Tanjung Lolo Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, Kamis hingga Jumat dini hari (13-14/3/2025).

Parahnya, tindakan tidak berperikemanusiaan tersebut dilakukan sekitar terhadap dua wartawan perempuan dan dua wartawan laki -laki media online. Suryani Wartawan Nusantararaya.com, Jenni Wartawan Siagakupas.com, Safrizal Media Detakfakta.com dan Hendra Gunawan Wartawan Mitrariau.com yang tempatnya akrab dipanggil Sap dan terlibat Wali Korong Tanjung Lolo yang disebut memiliki Tambang Emas.

Adapun, latar belakang Keempat Wartawan Media Online tersebut dirampok, dipersekusi, dianiaya dan diperas karena menemukan aksi ilegal mereka tangki merah putih milik PT Elnusa Petrofin dan Tambang Emas ilegal yang disebut milik Wali Korong Tanjung Lolo. Al hasil, keempat wartawan tersebut dirampok barang barang milik mereka diantaranya dua unit laptop, dua unit HP, pakaian mereka, cas handphone termasuk Racun Api, dongkrak mobil semua barang yang ada di mobil.

Wartawan Perempuan dan laki-laki tidak hanya dianiaya berame-rame dan secara bergantian. Bahkan, Wartawan Perempuan Jenni nyaris diperkosa dan ditelanjangi berame-rame. Setelah dipersekusi mereka disekap disuruh diminta uang tebusan sebesar Rp20 Juta.

“Kalau tidak kami penuhi uang Rp20 juta, Kami diancam akan dibakar hidup-hidup diikat dan sudah disediakan bensin 30 liter. Kemudian, diancam didorong ke dalam jurang tambang emas dan dibuat seperti kecelakaan lalu lintas, ” ancam Wali Korong Tanjung Lolo sambil menghempaskan tali ke depan kami dan menunjuk jerigen bensin termasuk senjata tajam dan kayu boloti untuk menganiaya kami dan merusak mobil kami.

Kemudian, karena kami tidak mampu memenuhi permintaan uang Rp20 juta dan hanya mampu memberikan uang Rp10 juta yang dikirimkan oleh Aris Tambunan ke rekening BNI.

“Jadi, begitu transferan uang Rp10 juta tersebut baru mereka menyiksa kami berempat. Setelah itu, saya dibawa ke ATM BRI UnitTanjung Gadang untuk mengambil uang Rp10 juta dengan10 kali pengambilan, ” beber Suryani berlubang air mata.

 

Setelah itu, terang Suryani, uang Rp10 juta tersebut diserahkan di tempat penyekapan. Kemudian, Wali Korong Tanjung Lolo menantang kami, silahkan kalian lapor kemanapun tidak akan digubris laporan kalian.

Cobalah, kalian viralkan ini ada aja saya nampak diviralkan (perampokan, penganiayaan, pelecehan, dan pemerasan, red). Akan kuhabiai kalian semua KTP dan Kartu Pers dan Wajah kalian semua sudah kami foto, ” ujar Wali Korong sambil mengancam menghempaskan kayu Boloti ke Meja.***(Tim).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *