Wartakintras.com, Pekanbaru – Mantan Penjabat Walikota Pekanbaru Muflihun terekam kamera berada di Club Malam, Satu demi satu topeng kekuasaan mulai terkelupas. Muflihun, sosok yang pernah memegang tampuk sebagai Penjabat Wali Kota Pekanbaru, kini bukan hanya terseret dalam pusaran kasus korupsi SPPD fiktif DPRD Riau. Namun publik kini dikejutkan oleh jejak digital yang memalukan—sebuah video memperlihatkan dirinya tengah larut dalam dentuman musik malam, berpelukan dengan wanita-wanita dalam suasana gemerlap diskotik.
“Videonya di ambil ketika Muflihun alias UIN menjadi PJ Walikota Pekanbaru, ” ungkap Sumber kepada Wartawan, Jumat (6/6/2025).
Nama “Uun”, panggilan akrab Muflihun, menjadi simbol baru dari kemunafikan birokrasi. Di saat rakyat Pekanbaru masih tercekik dengan persoalan banjir, jalan rusak, dan pengangguran, sang mantan pejabat justru asyik berdisko, dalam gaya yang dikenal di kalangan klub sebagai “tunjuk-tunjuk bintang”. Sebuah istilah yang—ironisnya—berbanding terbalik dengan nilai-nilai etika dan kepatutan publik yang seharusnya ia junjung.
Video itu memperkuat dugaan publik: jabatan yang pernah ia emban, bukanlah amanah, melainkan ladang pesta pora.Diseret Kasus Korupsi, Ogah Kembalikan Uang.
Tak hanya soal moral, integritas Uun sebagai aparatur negara kini nyaris hancur total. Ia telah beberapa kali diperiksa oleh penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Riau dalam skandal korupsi SPPD fiktif DPRD Riau. Namun, berbeda dengan saksi-saksi lain yang telah mengembalikan dana haram tersebut, Muflihun justru bergeming—tidak sepeser pun uang dikembalikan.
“Kami menunggu hasil audit BPKP. Sampai kemarin, total pengembalian sudah Rp19,1 miliar,” ungkap Kombes Ade Kuncoro, Direktur Reskrimsus Polda Riau, Jumat (14/2/2025)
“Namun Muflihun? Tidak ada pengembalian. Hanya sita saja, tidak ada pengembalian, ” tegasnya.
Sebagai Sekwan DPRD Riau pada 2020-2021, Muflihun diyakini mengetahui secara detail arus fiktif dana SPPD yang merugikan keuangan negara. Meski belakangan ditunjuk sebagai Pj Wali Kota, dan sempat mencalonkan diri dalam Pilwakot 2024, rekam jejak busuknya kini menjadi bom waktu yang tak bisa lagi ditutupi.
Rakyat Tak Boleh Diam
Kini, fakta demi fakta telah terbuka. Apakah kita masih akan menutup mata?
Apakah rakyat Pekanbaru akan kembali dibodohi oleh wajah-wajah lama yang hanya tahu berpesta di atas penderitaan warga?
Skandal ini bukan hanya tentang uang. Ini tentang moral. Tentang hak publik untuk mendapatkan pemimpin yang bersih.
Dan bagi Uun, ini bukan sekadar ujian hukum. Tapi panggilan pertanggungjawaban sejarah.***(Tim).





