Wartakontras.com, Pekanbaru β Kekhawatiran dan kemarahan melanda warga Pekanbaru setelah sebuah aksi premanisme bersenjata api terjadi secara terang-terangan di pinggir jalan umum. Seorang pedagang hanya karena menegur seseorang yang memarkir kendaraan sembarangan, justru diancam dengan senjata api. Peristiwa ini memicu pertanyaan besar: seberapa aman masyarakat Pekanbaru saat ini?
π Kronologi Kejadian
Peristiwa berlangsung pada Senin, 12 Oktober 2026, sekitar pukul 19.05 WIB, di Jalan Arifin Ahmad, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru.
Korban, berinisial M (52 tahun), seorang pedagang di lokasi tersebut, menegur seorang pemuda paruh baya yang memarkir mobil jenis Toyota Avanza BM 9536 AC secara sembarangan. Alih-alih memindahkan kendaraannya, pemuda tersebut justru mengeluarkan senjata api jenis pistol dan menodongkannya ke arah dada korban.
Situasi mencekam terjadi di depan umum. Warga yang menyaksikan langsung hanya bisa diam ketakutan, sementara pelaku pergi begitu saja seolah merasa dirinya paling berkuasa.
π Laporan Polisi Sudah Dibuat, Namun Pelaku Masih Bebas
Keesokan harinya, Selasa 13 Oktober 2026, korban resmi melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Bukit Raya. Laporan tercatat dengan nomor: LP/600/X/2026.SPKT β Polresta Pekanbaru, Polsek Bukit Raya
Korban sudah memberikan identitas pelaku beserta alamat tempat tinggalnya. Saksi-saksi juga telah dimintai keterangan. Namun hingga berita ini diturunkan, pelaku belum ditangkap dan masih berkeliaran bebas di tengah masyarakat.
β οΈ Pelaku Kembali Mengancam
Situasi semakin mencekam ketika pelaku dikabarkan menelepon salah satu saksi dan memberikan ancaman serius:
“Saya akan datangi tempat kalian jualan. Kalau kalian macam-macam, tanggung akibatnya!” β ancam pelaku melalui sambungan telepon sore hari setelah kejadian.
Saat ini korban merasa ketakutan dan tidak nyaman menjalani aktivitas sehari-hari. Ia khawatir jika pelaku tidak segera diproses hukum, bukan tidak mungkin pelaku akan melakukan tindakan yang lebih nekat terhadap dirinya maupun saksi-saksi.
π Belum Ada Tanggapan Polsek Bukit Raya
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Polsek Bukit Raya belum dapat dikonfirmasi terkait perkembangan penanganan kasus ini. Masyarakat berharap kepolisian tidak menutup mata terhadap ancaman nyata yang dialami warga.
π’ Seruan Masyarakat
Masyarakat Kota Pekanbaru, khususnya warga sekitar Jalan Arifin Ahmad, mendesak:
– β Polresta Pekanbaru segera menindaklanjuti laporan dan menangkap pelaku
– β Senjata api yang digunakan segera disita dan diperiksa legalitasnya
– β Ancaman terhadap saksi dan korban juga diproses secara hukum
– β Masyarakat berhak merasa aman tanpa takut ditodong senjata api hanya karena menegur pelanggaran sederhana
“Kami cuma ingin jualan dan hidup tenang. Jangan sampai senjata api di jalanan lebih berkuasa daripada hukum,” ujar korban dengan suara gemetar.
Peristiwa ini mengingatkan kembali pentingnya kehadiran kepolisian yang responsif dan cepat melindungi warganya. Semoga kasus ini tidak berhenti sekadar laporan, dan keadilan benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil sesuai dengan Tagline Polri Bersama Masyarakat. ***





