Wartakontras.com, Bagansiapiapi- Rasa kecewa para relawan yang mengantarkan memenangkan Calon Bupati Bistamam-Jhony Charles pada Pilkada Rokan Hilir 2024 lalu dan nyaris baku hantam di mess Pemda, beberapa pendukungnya mengaku kecewa dan melaksanakan unjuk rasa atau demontrasi, Selasa (18/3/2025).
Aksi unjuk rasa yang dikomandoi Abdu Rab, aktivis yang sempat ricuh di mess Pemda beberapa hari menjelang pencoblosan itu terkait belum ada tindakan nyata dari Bupati Bistamam dan Wakil Bupati Jhony Charles.
Pengunjuk rasa yang menamakan dirinya masyarakat peduli nasib BUMD PT Sarana Pembangunan Rokan Hilir (SPRH) melakukan aksi demontrasi di tiga titik diantaranya kantor bupati Rokan Hilir, kantor Kejari dan kantor PT SPRH.
Kedatangan seratusan pengunjuk rasa ini, untuk mendesak Bupati dan wakil bupati agar bertindak cepat dalam mengusut dan membersihkan oknum oknum di tubuh BUMD PT SPRH yang diduga kuat sudah melakukan aksi penggelapan uang dalam jumlah yang tidak sedikit.
Disinyalir, kegiatan tersebut dilakukan secara beramai ramai oleh petinggi petinggi badan usaha plat merah tersebut.
Dalam orasinya, Abdu Rab merasa kecewa terhadap Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hilir karena belum ada tindakan nyata terutama dalam perombakan jajaran direksi hingga karyawan.
“Kami adalah, tadinya tim sukses 02, sekarang kami adalah kami. Kami akan kontrol kebijakan, contoh saja, begitu kami sangat menderita mendengar penggerogot tikus-tikus di Perseroda itu tapi sampai hari ini tidak ada tindak nyata dari Bupati Rokan Hilir dan Wakil Bupati Rokan Hilir,” kata Abdu Rab.
Dia mengaku kecewa karena tidak ada makna dari slogan perubahan yang dibawa Bistamam-Jhony Charles saat kampanye Pilkada lalu.
“Jadi apa, untuk apa, apa yang perubahan itu. Apa yang berubah, apakah bupati yang sudah berubah tidak lagi Afrizal Sintong apakah wakil bupati tidak lagi Sulaiman, apa itu yang perubahan itu. Kami ikut berjanji loh bapak bupati dan bapak wakil memperkuat ngomong kalian itu,” ucap Abdu Rab lagi.
Abdu Rab juga menyinggung janji-janji bupati dan wakil bupati saat kampanye yang tak akan memakai uang dari APBD untuk menaikkan gaji honorer dan janji tidak akan merumahkan tapi malah beredar isu tentang honorer akan dirumahkan.
Tak mau pakai duit APBD, gaji honor bak naik sikit, tak akan dirumahkan, sekarang beredar pula isu nak dirumah kan. Yang mana bitul itu pak.
Bukankah bapak tau, dana yang masuk dari PT PHR itu dapat menopang APBD Rokan Hilir, untuk apa? Kan bapak banyak janji, baju anak sekolah yang mau masuk SMP dari mana duitnya cukup, pening kan. ***(red).





