Viral Mafia BBM Ilegal Oplosan di Rohil, Kapolres Rohil dan Nuri Silalahi Kompak Blokir WA Wartawan

Wartakontras.com, Rokan Hilir* — Jaringan bisnis BBM ilegal di Provinsi Riau makin terkuak, namun ironisnya, justru muncul sikap bungkam dari pihak-pihak yang seharusnya memberi klarifikasi. Sikap ini semakin menguatkan dugaan publik soal adanya kesepakatan diam antara mafia minyak dan aparat.

Tim media ini telah melakukan investigasi mendalam, menemukan aktivitas gudang BBM ilegal yang disebut milik Nuri Silalahi di Jalan Lintas Sumatera, Desa Sediginan, Kecamatan Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Gudang itu sempat terekam kamera memuat minyak dari tangki resmi berlogo merah putih milik PT Elnusa Petrofin.

Bahan bakar subsidi dari tangki itu dioplos dengan minyak hasil *illegal drilling* dari Palembang, Sumatera Selatan, sebelum disalurkan ke sejumlah industri besar di Riau.

Awalnya, saat dikonfirmasi, Nuri Silalahi menjawab singkat:

*”Udah ngak kerja lagi aku bang, udah di Siak bertani,”* ujar Nuri, Jumat (9/5/2025).

Namun, tak lama, nomor WhatsApp awak media langsung diblokir oleh Nuri — menghilangkan jejak komunikasi.

Tim media kemudian menggali informasi dari sumber terpercaya. Saat ditanya tentang aktivitas gudang itu, sang sumber membenarkan bahwa gudang tersebut memang milik Nuri Silalahi.

*”Memang gudangnya Nuri itu, benar. Tapi fotonya udah beberapa waktu lalu lah,”* katanya.

Namun saat tim media terus memastikan soal situasi di lapangan, sumber ini kembali mengakui aktivitasnya masih berjalan.

*”Iya, sekarang anaknya Nuri yang di situ, masih marga Silalahi. Datang saja lah ke sana, mereka baik kok,”* ungkapnya, sambil meyakinkan.

Berbekal data tersebut, tim redaksi melayangkan konfirmasi resmi ke Kapolres Rohil, AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K, M.H. Awalnya, pesan WhatsApp yang dikirim ke Kapolres masih centang dua—tanda sudah diterima. Namun, saat awak media mengirimkan dokumentasi foto gudang BBM oplosan tersebut, komunikasi berubah aneh: pesan WhatsApp jadi centang satu, nomor wartawan diduga telah diblokir oleh Kapolres.

Drama tak berhenti di situ. Usai konfirmasi ke Kapolres yang tiba-tiba terblokir, tim media justru menerima pesan dari seorang wartawan lain melalui WhatsApp. Orang ini mengirimkan rilis yang sejatinya merupakan bahan konfirmasi kepada Kapolres Rohil. Anehnya, rilis itu malah diteruskan ke tim media oleh wartawan tersebut, disertai pesan halus:

*”Janganlah seperti itu dek,”* katanya.

 

 

Publik kini menanti langkah nyata dari Aparat Penegak Hukum (APH) di Riau, khususnya Polda Riau dan Kejaksaan Tinggi, untuk segera membongkar jaringan besar ini. Dugaan keterlibatan tangki resmi PT Elnusa Petrofin dalam praktik pengoplosan harus diusut secara terbuka.

Komisi VII DPR RI didesak untuk turun langsung ke lapangan, memanggil Pertamina, Elnusa Petrofin, dan melakukan sidak di titik rawan BBM oplosan di Riau dan Sumatera Selatan. Pemerintah pusat, melalui Kementerian ESDM dan BPH Migas, wajib membuka mata terhadap sindikat *illegal drilling* yang kian merusak tatanan distribusi energi nasional.

Pasalnya, ngara jelas dirugikan dan masyarakat jadi korban. kemudian, Masyarakat berharap Mafia minyak tak boleh dibiarkan tumbuh subur di Riau!.***(Tim).

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *